{"id":8576,"date":"2024-06-09T05:36:08","date_gmt":"2024-06-09T05:36:08","guid":{"rendered":"https:\/\/raminten.com\/?p=8576"},"modified":"2024-12-15T02:11:18","modified_gmt":"2024-12-15T02:11:18","slug":"nderek-langkung-memahami-tata-krama-dan-unggah-ungguh-jogja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/raminten.com\/en\/nderek-langkung-memahami-tata-krama-dan-unggah-ungguh-jogja\/","title":{"rendered":"Nderek langkung: Memahami Tata Krama dan unggah ungguh Jogja"},"content":{"rendered":"<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"8576\" class=\"elementor elementor-8576\" data-elementor-post-type=\"post\">\n\t\t\t\t\t\t<section class=\"elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-52eecde4 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default\" data-id=\"52eecde4\" data-element_type=\"section\" data-e-type=\"section\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-default\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-72bc6656\" data-id=\"72bc6656\" data-element_type=\"column\" data-e-type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-4923751 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"4923751\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-8577 size-full\" src=\"https:\/\/raminten.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Tambahkan-judul.jpg\" alt=\"Nderek langkung: Memahami Tata Krama dan unggah ungguh Jogja\" width=\"1080\" height=\"1350\" srcset=\"https:\/\/raminten.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Tambahkan-judul.jpg 480w, https:\/\/raminten.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Tambahkan-judul-240x300.jpg 240w, https:\/\/raminten.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Tambahkan-judul-819x1024.jpg 819w, https:\/\/raminten.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Tambahkan-judul-768x960.jpg 768w, https:\/\/raminten.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Tambahkan-judul-10x12.jpg 10w\" sizes=\"(max-width: 1080px) 100vw, 1080px\" \/><\/p><h2>\u00a0<\/h2><h2>Pesona Budaya Jawa: Memahami Tata Krama Jogja<\/h2><p data-sourcepos=\"3:1-3:70\"><strong>Nderek langkung<\/strong>\/ Nyuwun sewu secara Bahasa Indonesia mempunyai arti Permisi numpang lewat. Tradisi ini begitu melekat di kalangan Masyarakat jogja sejak dulu jaman nenek moyang.<\/p><p>Yogyakarta, lebih dari sekadar destinasi wisata alam yang memesona. Di balik keindahan alamnya, terhampar kekayaan budaya Jawa yang begitu kental dan mempesona. <strong>Nderek langkung<\/strong>: Memahami Tata Krama dan unggah ungguh Jogja sebuah cerminan filosofi luhur Jawa, menjadi kunci untuk menyelami lebih dalam samudra budaya ini.<\/p><blockquote><p>Baca juga: <span style=\"color: #3366ff;\"><strong>5 Hal yang dilarang saat makan di jawa<\/strong><\/span><\/p><\/blockquote><p data-sourcepos=\"5:1-5:47\">Jauh dari sekadar aturan kaku, tata krama Jogja memancarkan nilai-nilai kesopanan, kesantunan, dan penghormatan yang dijunjung tinggi oleh masyarakat setempat. Dengan mempelajari dan menerapkan tata krama ini, wisatawan tidak hanya menunjukkan rasa hormat terhadap budaya lokal, tetapi juga membuka pintu menuju pengalaman wisata yang lebih autentik dan berkesan.<\/p><p data-sourcepos=\"7:1-7:131\">Mari kita selami lebih dalam filosofi dan praktik tata krama <strong>Nderek langkung<\/strong> di Masyarakat Jogja, Dan menjaga sebuah warisan budaya yang tak ternilai dan patut dilestarikan.<\/p><p data-sourcepos=\"7:1-7:131\"><img decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-8578 size-full lazyload\" data-src=\"https:\/\/raminten.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Tambahkan-judul1.jpg\" alt=\"Nderek langkung: Memahami Tata Krama dan unggah ungguh Jogja\" width=\"1080\" height=\"1350\" data-srcset=\"https:\/\/raminten.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Tambahkan-judul1.jpg 480w, https:\/\/raminten.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Tambahkan-judul1-240x300.jpg 240w, https:\/\/raminten.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Tambahkan-judul1-819x1024.jpg 819w, https:\/\/raminten.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Tambahkan-judul1-768x960.jpg 768w, https:\/\/raminten.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Tambahkan-judul1-10x12.jpg 10w\" data-sizes=\"(max-width: 1080px) 100vw, 1080px\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" style=\"--smush-placeholder-width: 1080px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 1080\/1350;\" \/><\/p><p data-sourcepos=\"7:1-7:131\">\u00a0<\/p><p data-sourcepos=\"7:1-7:131\"><em>Baca juga : <a href=\"http:\/\/raminten.com\/en\/menu\/\"><strong><span style=\"color: #3366ff;\">Menu raminten<\/span><\/strong><\/a><\/em><\/p><h3>Menjelajahi Keindahan Budaya: Mempelajari Tata Krama Jogja dalam Interaksi Sehari-hari<\/h3><p>Salah satu aspek penting dalam tata krama Jogja adalah bagaimana seseorang berperilaku saat bertemu orang lain. Interaksi ini menjadi momen awal untuk membangun rasa hormat dan saling menghargai. Mari kita selami beberapa contoh praktis tata krama Jogja saat bertemu orang, yang mencerminkan kearifan lokal dan budaya Jawa yang dijunjung tinggi.<\/p><p>\u00a0<\/p><p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-8579 size-full lazyload\" data-src=\"https:\/\/raminten.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Desain-tanpa-judul4.jpg\" alt=\"Nderek langkung: Memahami Tata Krama dan unggah ungguh Jogja\" width=\"1080\" height=\"1350\" data-srcset=\"https:\/\/raminten.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Desain-tanpa-judul4.jpg 480w, https:\/\/raminten.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Desain-tanpa-judul4-240x300.jpg 240w, https:\/\/raminten.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Desain-tanpa-judul4-819x1024.jpg 819w, https:\/\/raminten.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Desain-tanpa-judul4-768x960.jpg 768w, https:\/\/raminten.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Desain-tanpa-judul4-10x12.jpg 10w\" data-sizes=\"(max-width: 1080px) 100vw, 1080px\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" style=\"--smush-placeholder-width: 1080px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 1080\/1350;\" \/><\/p><h4><strong>Berikut contoh tata krama dalam interaksi sehari-hari dengan orang yang lebih tua :<\/strong><\/h4><ul><li><strong>Lewat di hadapan rang yang lebih tua:<\/strong><\/li><\/ul><p>Menyapa dengan salam dan senyuman, menggunakan bahasa yang sopan, seperti <strong>Nderek langkung atau nuwun<\/strong> sewu dan Menundukan kepala atau badan sebagai symbol penghormatan kepada yang lebih tua.<\/p><ul><li><strong>Mendahului orang lain Ketika berjalan :<\/strong><\/li><\/ul><p>Di Yogyakarta, terdapat tata krama khusus yang mengatur perilaku saat berjalan, termasuk aturan tentang mendahului orang lain<strong>.<\/strong> Mendahului saat berjalan kaki pun Masyarakat jogja mempunyai tegur sapa yang menjadi tata krama seperti mengucapkan <strong>Mangga atau kula ngrumiyini nggih. <\/strong>Memahami tata krama ini tidak hanya membantu Anda menghindari kesalahpahaman, tetapi juga menunjukkan rasa hormat terhadap budaya dan tradisi setempat.<\/p><ul><li>Mempersilahkan orang lain untuk duduk <em>( Mangga lenggah atau mangga pinarak )<\/em><\/li><li>Menyapa orang lain yang mau pergi <em>( badhe tindak pundi )<\/em><\/li><li>Menawarkan bantuan orang lain <em>( mangga kulo biantu )<\/em><\/li><li>Dan masih banyak lagi<\/li><\/ul><p>\u00a0<\/p><p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-8580 size-full lazyload\" data-src=\"https:\/\/raminten.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Desain-tanpa-judul6.jpg\" alt=\"Nderek langkung: Memahami Tata Krama dan unggah ungguh Jogja\" width=\"1080\" height=\"1350\" data-srcset=\"https:\/\/raminten.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Desain-tanpa-judul6.jpg 480w, https:\/\/raminten.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Desain-tanpa-judul6-240x300.jpg 240w, https:\/\/raminten.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Desain-tanpa-judul6-819x1024.jpg 819w, https:\/\/raminten.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Desain-tanpa-judul6-768x960.jpg 768w, https:\/\/raminten.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Desain-tanpa-judul6-10x12.jpg 10w\" data-sizes=\"(max-width: 1080px) 100vw, 1080px\" src=\"data:image\/svg+xml;base64,PHN2ZyB3aWR0aD0iMSIgaGVpZ2h0PSIxIiB4bWxucz0iaHR0cDovL3d3dy53My5vcmcvMjAwMC9zdmciPjwvc3ZnPg==\" style=\"--smush-placeholder-width: 1080px; --smush-placeholder-aspect-ratio: 1080\/1350;\" \/><\/p><h3>Melestarikan budaya tata krama mulai dari diri sendiri<\/h3><p>Marilah kita memulai hari ini dengan menyapa orang \u2013 orang di sekitar kita dengan salam dan sapaan berbahasa Jawa.<\/p><p><strong>Menggunakan sapaan sehari-hari dilingkungan\/sekitar kita seperti :<\/strong><\/p><ul><li>&#8220;Sugeng enjing, Pak&#8221; &#8220;Sugeng enjing, Bu&#8221;<\/li><li>&#8220;Sugeng siang, Pak&#8221; &#8220;Sugeng siang, Bu&#8221;<\/li><li>&#8220;Sugeng sonten, Pak&#8221; &#8220;Sugeng sonten, Bu&#8221;<\/li><li>&#8220;Sugeng ndalu, Pak&#8221; &#8220;Sugeng ndalu, Bu\u201d<\/li><\/ul><p>\u00a0<\/p><p>Baca juga : <span style=\"color: #3366ff;\"><strong><a style=\"color: #3366ff;\" href=\"https:\/\/raminten.com\/en\/mitos-orang-jawa-kenapa-menyapu-harus-bersih\/\">Mitos menyapu tidak bersih jodoh brewokan<\/a><\/strong><\/span><\/p><p>\u00a0<\/p><p>Lebih dari sekadar kata-kata, salam dan sapaan ini merupakan cerminan dari karakter dan kepribadian kita. Dengan menunjukkan rasa hormat dan sopan santun, kita tidak hanya menyenangkan hati orang lain, tetapi juga melestarikan budaya dan tradisi Jawa yang kaya.<\/p><p data-sourcepos=\"9:1-9:27\">Marilah kita bersama-sama menjadi generasi penerus yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur Jawa<strong>.<\/strong> Dimulai dari hal-hal kecil seperti menyapa dengan bahasa Jawa, kita dapat menanamkan rasa cinta dan kebanggaan terhadap budaya leluhur.<\/p><p data-sourcepos=\"11:1-11:279\">Jangan ragu untuk menunjukkan jati diri kita sebagai orang Jawa.<\/p><blockquote><p><strong>&#8221; Wong jowo ojo ngangsi ilang jawane &#8220;<br \/><\/strong><\/p><\/blockquote><p>\u00a0<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/section>\n\t\t\t\t<section class=\"elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-52f0d73 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default\" data-id=\"52f0d73\" data-element_type=\"section\" data-e-type=\"section\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-default\">\n\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-e9a07a8\" data-id=\"e9a07a8\" data-element_type=\"column\" data-e-type=\"column\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-099cdf3 elementor-widget elementor-widget-video\" data-id=\"099cdf3\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-settings=\"{&quot;youtube_url&quot;:&quot;https:\\\/\\\/youtube.com\\\/embed\\\/zwVylcaKV4k?si=ake1rns96p0RDKtY&quot;,&quot;lazy_load&quot;:&quot;yes&quot;,&quot;video_type&quot;:&quot;youtube&quot;,&quot;controls&quot;:&quot;yes&quot;}\" data-widget_type=\"video.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-wrapper elementor-open-inline\">\n\t\t\t<div class=\"elementor-video\"><\/div>\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t<\/section>\n\t\t\t\t<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>\u00a0 Pesona Budaya Jawa: Memahami Tata Krama Jogja Nderek langkung\/ Nyuwun sewu secara Bahasa Indonesia mempunyai arti Permisi numpang lewat. Tradisi ini begitu melekat di kalangan Masyarakat jogja sejak dulu jaman nenek moyang. Yogyakarta, lebih dari sekadar destinasi wisata alam yang memesona. Di balik keindahan alamnya, terhampar kekayaan budaya Jawa yang begitu kental dan mempesona. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8577,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"elementor_theme","format":"standard","meta":{"site-sidebar-layout":"default","site-content-layout":"","ast-site-content-layout":"default","site-content-style":"default","site-sidebar-style":"default","ast-global-header-display":"","ast-banner-title-visibility":"","ast-main-header-display":"","ast-hfb-above-header-display":"","ast-hfb-below-header-display":"","ast-hfb-mobile-header-display":"","site-post-title":"","ast-breadcrumbs-content":"","ast-featured-img":"","footer-sml-layout":"","ast-disable-related-posts":"","theme-transparent-header-meta":"default","adv-header-id-meta":"","stick-header-meta":"","header-above-stick-meta":"","header-main-stick-meta":"","header-below-stick-meta":"","astra-migrate-meta-layouts":"set","ast-page-background-enabled":"default","ast-page-background-meta":{"desktop":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"ast-content-background-meta":{"desktop":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"tablet":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""},"mobile":{"background-color":"var(--ast-global-color-5)","background-image":"","background-repeat":"repeat","background-position":"center center","background-size":"auto","background-attachment":"scroll","background-type":"","background-media":"","overlay-type":"","overlay-color":"","overlay-opacity":"","overlay-gradient":""}},"_joinchat":[],"footnotes":""},"categories":[206],"tags":[],"class_list":["post-8576","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-budaya"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO Premium plugin v25.8 (Yoast SEO v27.5) - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-premium-wordpress\/ -->\n<title>Nderek langkung - Memahami badaya dan Tata Krama Jogja<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Raminten jogja. Nderek langkung secara bahasa indonesia berarti Permisi numpang lewat. Merupakan warisan Budaya masyarakat Jogja\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/raminten.com\/en\/nderek-langkung-memahami-tata-krama-dan-unggah-ungguh-jogja\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"en_US\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Nderek langkung: Memahami Tata Krama dan unggah ungguh Jogja\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Raminten jogja. Nderek langkung secara bahasa indonesia berarti Permisi numpang lewat. Merupakan warisan Budaya masyarakat Jogja\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/raminten.com\/en\/nderek-langkung-memahami-tata-krama-dan-unggah-ungguh-jogja\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"The house of Raminten\" \/>\n<meta property=\"article:publisher\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/houseoframinten\/\" \/>\n<meta property=\"article:author\" content=\"https:\/\/www.facebook.com\/houseoframinten\/\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2024-06-09T05:36:08+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2024-12-15T02:11:18+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/raminten.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Tambahkan-judul.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"480\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Visual Raminten\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:creator\" content=\"@oframinten\" \/>\n<meta name=\"twitter:site\" content=\"@oframinten\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Written by\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Visual Raminten\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Est. reading time\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 minutes\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/raminten.com\\\/nderek-langkung-memahami-tata-krama-dan-unggah-ungguh-jogja\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/raminten.com\\\/nderek-langkung-memahami-tata-krama-dan-unggah-ungguh-jogja\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Visual Raminten\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/raminten.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/629585dfb1a3e69ff5d66aec5ed9d84a\"},\"headline\":\"Nderek langkung: Memahami Tata Krama dan unggah ungguh Jogja\",\"datePublished\":\"2024-06-09T05:36:08+00:00\",\"dateModified\":\"2024-12-15T02:11:18+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/raminten.com\\\/nderek-langkung-memahami-tata-krama-dan-unggah-ungguh-jogja\\\/\"},\"wordCount\":533,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/raminten.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/raminten.com\\\/nderek-langkung-memahami-tata-krama-dan-unggah-ungguh-jogja\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/raminten.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/06\\\/Tambahkan-judul.jpg\",\"articleSection\":[\"Budaya\"],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/raminten.com\\\/nderek-langkung-memahami-tata-krama-dan-unggah-ungguh-jogja\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/raminten.com\\\/nderek-langkung-memahami-tata-krama-dan-unggah-ungguh-jogja\\\/\",\"name\":\"Nderek langkung - Memahami badaya dan Tata Krama Jogja\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/raminten.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/raminten.com\\\/nderek-langkung-memahami-tata-krama-dan-unggah-ungguh-jogja\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/raminten.com\\\/nderek-langkung-memahami-tata-krama-dan-unggah-ungguh-jogja\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/raminten.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/06\\\/Tambahkan-judul.jpg\",\"datePublished\":\"2024-06-09T05:36:08+00:00\",\"dateModified\":\"2024-12-15T02:11:18+00:00\",\"description\":\"Raminten jogja. Nderek langkung secara bahasa indonesia berarti Permisi numpang lewat. Merupakan warisan Budaya masyarakat Jogja\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/raminten.com\\\/nderek-langkung-memahami-tata-krama-dan-unggah-ungguh-jogja\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/raminten.com\\\/nderek-langkung-memahami-tata-krama-dan-unggah-ungguh-jogja\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/raminten.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/06\\\/Tambahkan-judul.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/raminten.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/06\\\/Tambahkan-judul.jpg\",\"width\":480,\"height\":600,\"caption\":\"Nderek langkung: Memahami Tata Krama dan unggah ungguh Jogja\"},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/raminten.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/raminten.com\\\/\",\"name\":\"The House of Raminten\",\"description\":\"Destinasi kuliner Jogja\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/raminten.com\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"Raminten\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/raminten.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"en-US\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/raminten.com\\\/#organization\",\"name\":\"The house of raminten\",\"alternateName\":\"The house of raminten\",\"url\":\"https:\\\/\\\/raminten.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/raminten.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/raminten.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/03\\\/cropped-Desain-tanpa-judul-e1731908502472.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/raminten.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/03\\\/cropped-Desain-tanpa-judul-e1731908502472.jpg\",\"width\":50,\"height\":50,\"caption\":\"The house of raminten\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/raminten.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/houseoframinten\\\/\",\"https:\\\/\\\/x.com\\\/oframinten\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@houseoframinten\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/houseoframinten\",\"https:\\\/\\\/www.tiktok.com\\\/@houseoframinten\",\"https:\\\/\\\/web.facebook.com\\\/houseoframintenOfficial\"],\"description\":\"Rekomendasi Restoran Terdekat - The House Of Raminten Sedang mencari restoran terdekat di Yogyakarta yang unik, lezat, dan penuh nuansa budaya? Jawabannya adalah The House of Raminten. Restoran ikonik ini tidak hanya menawarkan makanan, tetapi juga pengalaman berbeda yang sulit dilupakan. Begitu masuk, kamu akan disambut suasana Jawa klasik dengan alunan gamelan dan aroma dupa yang menenangkan. Menu yang ditawarkan pun beragam, mulai dari nasi kucing ala angkringan, ceker setan pedas, sate lilit, hingga wedang uwuh yang hangat. Semua disajikan dengan harga ramah di kantong, cocok untuk keluarga, teman, maupun wisatawan. Dibanding mencari restoran terdekat lainnya, The House of Raminten memiliki daya tarik khusus: interior tradisional berpadu sentuhan modern, pelayanan ramah, serta konsep makan yang membuatmu betah berlama-lama. Tidak heran jika tempat ini selalu menjadi rekomendasi utama wisata kuliner di Jogja. Jika kamu ingin langsung merasakan sensasi kuliner khas Jogja dalam satu tempat, cukup arahkan peta di smartphone ke The House of Raminten. Lokasinya strategis di pusat kota, mudah dijangkau dari Malioboro maupun kawasan wisata lainnya. Jadi, jangan ragu lagi. Saat lapar melanda dan butuh restoran terdekat, segera kunjungi The House of Raminten. Rasakan pengalaman kuliner Jogja yang otentik, berbeda, dan pastinya memuaskan.\",\"email\":\"ramintenhouse@gmail.com\",\"telephone\":\"(0274) 547315\",\"legalName\":\"The House of Raminten\",\"foundingDate\":\"2008-12-26\",\"numberOfEmployees\":{\"@type\":\"QuantitativeValue\",\"minValue\":\"51\",\"maxValue\":\"200\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/raminten.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/629585dfb1a3e69ff5d66aec5ed9d84a\",\"name\":\"Visual Raminten\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"en-US\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/raminten.com\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/1899128ddc4f30d893e33fd38f54ab0c.jpg?ver=1778047830\",\"url\":\"https:\\\/\\\/raminten.com\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/1899128ddc4f30d893e33fd38f54ab0c.jpg?ver=1778047830\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/raminten.com\\\/wp-content\\\/litespeed\\\/avatar\\\/1899128ddc4f30d893e33fd38f54ab0c.jpg?ver=1778047830\",\"caption\":\"Visual Raminten\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/raminten.com\",\"https:\\\/\\\/www.facebook.com\\\/houseoframinten\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.instagram.com\\\/houseoframinten\\\/\",\"https:\\\/\\\/id.pinterest.com\\\/houseraminten\\\/\",\"https:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/channel\\\/UCU5d5QVdNIcBBQPOxhIRUsw\",\"https:\\\/\\\/id.wikipedia.org\\\/wiki\\\/The_House_of_Raminten\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/raminten.com\\\/en\\\/author\\\/ramintenwebsite\\\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO Premium plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Nderek langkung - Memahami badaya dan Tata Krama Jogja","description":"Raminten jogja. Nderek langkung secara bahasa indonesia berarti Permisi numpang lewat. Merupakan warisan Budaya masyarakat Jogja","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/raminten.com\/en\/nderek-langkung-memahami-tata-krama-dan-unggah-ungguh-jogja\/","og_locale":"en_US","og_type":"article","og_title":"Nderek langkung: Memahami Tata Krama dan unggah ungguh Jogja","og_description":"Raminten jogja. Nderek langkung secara bahasa indonesia berarti Permisi numpang lewat. Merupakan warisan Budaya masyarakat Jogja","og_url":"https:\/\/raminten.com\/en\/nderek-langkung-memahami-tata-krama-dan-unggah-ungguh-jogja\/","og_site_name":"The house of Raminten","article_publisher":"https:\/\/www.facebook.com\/houseoframinten\/","article_author":"https:\/\/www.facebook.com\/houseoframinten\/","article_published_time":"2024-06-09T05:36:08+00:00","article_modified_time":"2024-12-15T02:11:18+00:00","og_image":[{"width":480,"height":600,"url":"https:\/\/raminten.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Tambahkan-judul.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Visual Raminten","twitter_card":"summary_large_image","twitter_creator":"@oframinten","twitter_site":"@oframinten","twitter_misc":{"Written by":"Visual Raminten","Est. reading time":"4 minutes"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/raminten.com\/nderek-langkung-memahami-tata-krama-dan-unggah-ungguh-jogja\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/raminten.com\/nderek-langkung-memahami-tata-krama-dan-unggah-ungguh-jogja\/"},"author":{"name":"Visual Raminten","@id":"https:\/\/raminten.com\/#\/schema\/person\/629585dfb1a3e69ff5d66aec5ed9d84a"},"headline":"Nderek langkung: Memahami Tata Krama dan unggah ungguh Jogja","datePublished":"2024-06-09T05:36:08+00:00","dateModified":"2024-12-15T02:11:18+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/raminten.com\/nderek-langkung-memahami-tata-krama-dan-unggah-ungguh-jogja\/"},"wordCount":533,"publisher":{"@id":"https:\/\/raminten.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/raminten.com\/nderek-langkung-memahami-tata-krama-dan-unggah-ungguh-jogja\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/raminten.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Tambahkan-judul.jpg","articleSection":["Budaya"],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/raminten.com\/nderek-langkung-memahami-tata-krama-dan-unggah-ungguh-jogja\/","url":"https:\/\/raminten.com\/nderek-langkung-memahami-tata-krama-dan-unggah-ungguh-jogja\/","name":"Nderek langkung - Memahami badaya dan Tata Krama Jogja","isPartOf":{"@id":"https:\/\/raminten.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/raminten.com\/nderek-langkung-memahami-tata-krama-dan-unggah-ungguh-jogja\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/raminten.com\/nderek-langkung-memahami-tata-krama-dan-unggah-ungguh-jogja\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/raminten.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Tambahkan-judul.jpg","datePublished":"2024-06-09T05:36:08+00:00","dateModified":"2024-12-15T02:11:18+00:00","description":"Raminten jogja. Nderek langkung secara bahasa indonesia berarti Permisi numpang lewat. Merupakan warisan Budaya masyarakat Jogja","inLanguage":"en-US","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/raminten.com\/nderek-langkung-memahami-tata-krama-dan-unggah-ungguh-jogja\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/raminten.com\/nderek-langkung-memahami-tata-krama-dan-unggah-ungguh-jogja\/#primaryimage","url":"https:\/\/raminten.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Tambahkan-judul.jpg","contentUrl":"https:\/\/raminten.com\/wp-content\/uploads\/2024\/06\/Tambahkan-judul.jpg","width":480,"height":600,"caption":"Nderek langkung: Memahami Tata Krama dan unggah ungguh Jogja"},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/raminten.com\/#website","url":"https:\/\/raminten.com\/","name":"The House of Raminten","description":"Destinasi kuliner Jogja","publisher":{"@id":"https:\/\/raminten.com\/#organization"},"alternateName":"Raminten","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/raminten.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"en-US"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/raminten.com\/#organization","name":"The house of raminten","alternateName":"The house of raminten","url":"https:\/\/raminten.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/raminten.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/raminten.com\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/cropped-Desain-tanpa-judul-e1731908502472.jpg","contentUrl":"https:\/\/raminten.com\/wp-content\/uploads\/2024\/03\/cropped-Desain-tanpa-judul-e1731908502472.jpg","width":50,"height":50,"caption":"The house of raminten"},"image":{"@id":"https:\/\/raminten.com\/#\/schema\/logo\/image\/"},"sameAs":["https:\/\/www.facebook.com\/houseoframinten\/","https:\/\/x.com\/oframinten","https:\/\/www.youtube.com\/@houseoframinten","https:\/\/www.instagram.com\/houseoframinten","https:\/\/www.tiktok.com\/@houseoframinten","https:\/\/web.facebook.com\/houseoframintenOfficial"],"description":"Rekomendasi Restoran Terdekat - The House Of Raminten Sedang mencari restoran terdekat di Yogyakarta yang unik, lezat, dan penuh nuansa budaya? Jawabannya adalah The House of Raminten. Restoran ikonik ini tidak hanya menawarkan makanan, tetapi juga pengalaman berbeda yang sulit dilupakan. Begitu masuk, kamu akan disambut suasana Jawa klasik dengan alunan gamelan dan aroma dupa yang menenangkan. Menu yang ditawarkan pun beragam, mulai dari nasi kucing ala angkringan, ceker setan pedas, sate lilit, hingga wedang uwuh yang hangat. Semua disajikan dengan harga ramah di kantong, cocok untuk keluarga, teman, maupun wisatawan. Dibanding mencari restoran terdekat lainnya, The House of Raminten memiliki daya tarik khusus: interior tradisional berpadu sentuhan modern, pelayanan ramah, serta konsep makan yang membuatmu betah berlama-lama. Tidak heran jika tempat ini selalu menjadi rekomendasi utama wisata kuliner di Jogja. Jika kamu ingin langsung merasakan sensasi kuliner khas Jogja dalam satu tempat, cukup arahkan peta di smartphone ke The House of Raminten. Lokasinya strategis di pusat kota, mudah dijangkau dari Malioboro maupun kawasan wisata lainnya. Jadi, jangan ragu lagi. Saat lapar melanda dan butuh restoran terdekat, segera kunjungi The House of Raminten. Rasakan pengalaman kuliner Jogja yang otentik, berbeda, dan pastinya memuaskan.","email":"ramintenhouse@gmail.com","telephone":"(0274) 547315","legalName":"The House of Raminten","foundingDate":"2008-12-26","numberOfEmployees":{"@type":"QuantitativeValue","minValue":"51","maxValue":"200"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/raminten.com\/#\/schema\/person\/629585dfb1a3e69ff5d66aec5ed9d84a","name":"Visual Raminten","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"en-US","@id":"https:\/\/raminten.com\/wp-content\/litespeed\/avatar\/1899128ddc4f30d893e33fd38f54ab0c.jpg?ver=1778047830","url":"https:\/\/raminten.com\/wp-content\/litespeed\/avatar\/1899128ddc4f30d893e33fd38f54ab0c.jpg?ver=1778047830","contentUrl":"https:\/\/raminten.com\/wp-content\/litespeed\/avatar\/1899128ddc4f30d893e33fd38f54ab0c.jpg?ver=1778047830","caption":"Visual Raminten"},"sameAs":["https:\/\/raminten.com","https:\/\/www.facebook.com\/houseoframinten\/","https:\/\/www.instagram.com\/houseoframinten\/","https:\/\/id.pinterest.com\/houseraminten\/","https:\/\/www.youtube.com\/channel\/UCU5d5QVdNIcBBQPOxhIRUsw","https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/The_House_of_Raminten"],"url":"https:\/\/raminten.com\/en\/author\/ramintenwebsite\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/raminten.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8576","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/raminten.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/raminten.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/raminten.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/raminten.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8576"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/raminten.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8576\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":9642,"href":"https:\/\/raminten.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8576\/revisions\/9642"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/raminten.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8577"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/raminten.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8576"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/raminten.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8576"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/raminten.com\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8576"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}