Kuliner Surabaya Paling Legendaris – 15 Makanan Khas Wajib di Coba
Selamat datang di Surabaya! Ini bukan sekadar kota, ini adalah Kota Pahlawan. Dan seperti julukannya, karakter kuliner Surabaya itu sama: tegas, lugas, berani, dan blak-blakan.
Bagi saya, melakukan wisata kuliner Surabaya bukan hanya soal mengisi perut. Ini adalah petualangan untuk memahami denyut nadi kota. Rasa makanannya tidak malu-malu. Gurihnya kuat, pedasnya menantang, dan ada satu bumbu ajaib yang mendefinisikan banyak hidangannya: petis.
Jika Anda siap untuk petualangan rasa yang sesungguhnya, lupakan sejenak diet Anda. Inilah 15 peta harta karun kuliner legendaris Surabaya yang menceritakan kisah kota ini di setiap suapan.
Baca Juga : Wisata Kuliner Indonesia: Peta Rasa & Destinasi Terbaik 2025
Kuliner Khas Jawa Timur Surabaya: Identitas Rasa yang Tegas
Surabaya dikenal sebagai salah satu pusat kuliner khas Jawa Timur Surabaya yang paling berkarakter. Jika masakan Jawa Timur identik dengan rasa gurih dan pedas, maka Surabaya adalah representasi paling tegas dari karakter tersebut. Makanan khas Surabaya tidak dibuat untuk menyenangkan semua orang—rasanya lugas, berani, dan langsung “nendang”.
Berbeda dengan daerah lain yang cenderung manis atau ringan, makanan tradisional Surabaya banyak menggunakan petis udang, sambal pedas, serta olahan daging dan jeroan. Inilah yang membuat Surabaya sering dijadikan destinasi utama wisata kuliner Jawa Timur bagi pencinta rasa otentik.
Sarapan Wajib Khas Suroboyo
Memulai hari di Surabaya berarti mengisi bahan bakar. Dan sarapan di sini bukanlah main-main.
- Lontong Balap
Konteks (Sejarah & Kapan): Ini adalah sarapan “balapan”. Dulu, para penjualnya memikul dagangan mereka dengan setengah berlari (balapan) menuju pasar. Hidangan ini adalah ikon sarapan Surabaya. Isinya lontong, tauge segar yang melimpah, tahu, lentho (perkedel kacang tolo), dan disiram kuah bening segar. Kuncinya ada di lentho dan sambal petisnya.
- Rekomendasi: Lontong Balap Pak Gendut
- Alamat: Jl. Embong Malang No. 38, Genteng, Surabaya
- Jam Buka: 09.00 – 21.00 WIB
- Kisaran Harga: Rp 18.000 – Rp 25.000
- Soto Ayam Lamongan Cak Har
Konteks (Sejarah & Kapan): Meskipun asalnya dari Lamongan, soto ini telah menjadi legenda sarapan di Surabaya. Yang membuat soto Cak Har istimewa adalah taburan koya (kerupuk udang dan bawang putih bubuk) yang bisa Anda ambil sepuasnya, membuat kuahnya kental dan gurih luar biasa. Ini adalah “pembangkit semangat” sempurna di pagi hari.
- Rekomendasi: Soto Ayam Lamongan Cak Har
- Alamat: Jl. Dr. Ir. H. Soekarno No. 220, Mulyorejo, Surabaya
- Jam Buka: 07.00 – 21.30 WIB
- Kisaran Harga: Rp 20.000 – Rp 30.000
- Nasi Pecel Bu Kus
Konteks (Sejarah & Kapan): Sarapan klasik Jawa Timur. Nasi pecel adalah “salad” versi Indonesia dengan siraman bumbu kacang pedas-manis. Pecel Bu Kus legendaris karena bumbunya yang medok dan pilihan lauknya yang lengkap, terutama rempeyek (peyek kacang) yang renyah. Sempurna untuk memulai hari dengan rasa yang familier namun nendang.
- Rekomendasi: Nasi Pecel Bu Kus
- Alamat: Jl. Barata Jaya XX No. 110, Gubeng, Surabaya
- Jam Buka: 06.00 – 11.00 WIB
- Kisaran Harga: Rp 15.000 – Rp 25.000
Baca Selengkapnya : 10 Kota Kuliner Terbaik di Indonesia: Panduan Wajib untuk Pecinta kuliner

Makanan khas surabaya
Ini adalah hidangan berat yang menjadi jantung dari makanan khas Surabaya.
- Rawon Setan
Konteks (Sejarah & Kapan): Jangan takut dengan namanya. Julukan “Setan” muncul bukan karena rasanya, tapi karena warung ini dulu hanya buka tengah malam (jam 12 malam), saat para “setan” berkeliaran. Sekarang, Anda bisa menikmatinya kapan saja. Rawon ini terkenal dengan kuah kluwek-nya yang hitam pekat, kaya rempah, dan potongan daging empuk berukuran besar.
- Rekomendasi: Rawon Setan Mbak Endang
- Alamat: Jl. Embong Malang No. 78/I, Genteng, Surabaya
- Jam Buka: 08.00 – 22.00 WIB
- Kisaran Harga: Rp 35.000 – Rp 45.000
- Sate Klopo
Konteks (Sejarah & Kapan): Ini adalah sate yang sangat “Surabaya”. Bedanya, sebelum dibakar, sate (biasanya ayam atau sapi) dibaluri dengan parutan kelapa berbumbu (klopo). Saat dibakar, aroma gurih kelapa yang sedikit gosong bercampur dengan daging menciptakan sensasi rasa yang unik. Wajib dimakan dengan bumbu kacang dan serundeng.
- Rekomendasi: Sate Klopo Ondomohen Bu Asih
- Alamat: Jl. Walikota Mustajab No. 36, Genteng, Surabaya
- Jam Buka: 09.00 – 17.00 WIB
- Kisaran Harga: Rp 25.000 – Rp 35.000
- Bebek Goreng
Konteks (Sejarah & Kapan): Surabaya adalah salah satu kota dengan olahan bebek goreng terenak. Warung di seberang Tugu Pahlawan ini adalah legenda. Bebeknya digoreng kering di luar, namun dagingnya tetap empuk dan juicy. Bintang utamanya? Sambal pencit (mangga muda) atau sambal korek yang pedasnya meledak.
- Rekomendasi: Bebek Goreng Tugu Pahlawan
- Alamat: Jl. Tembaan No. 19A, Bubutan, Surabaya
- Jam Buka: 10.00 – 22.00 WIB
- Kisaran Harga: Rp 25.000 – Rp 35.000
- Sate Karak
Konteks (Sejarah & Kapan): Ini adalah jajanan Surabaya yang mulai langka. Sate Karak adalah sate jeroan (usus) sapi yang dibumbui gurih. Uniknya, sate ini tidak dimakan dengan nasi atau lontong, melainkan dengan karak, yaitu ketan hitam yang ditanak. Perpaduan kenyal gurih ketan hitam dengan sate usus yang kaya bumbu adalah pengalaman rasa yang otentik.
- Rekomendasi: Sate Karak Ngagel
- Alamat: Jl. Ngagel Rejo Kidul No. 114, Wonokromo, Surabaya
- Jam Buka: 17.00 – 23.00 WIB
- Kisaran Harga: Rp 20.000
Baca Juga : 15 Restoran Masakan Nusantara Terbaik (Otentik & Legendaris)

Kuliner Petis Khas Suroboyo
Anda belum ke Surabaya jika belum mencicipi hidangan berbasis Petis. Ini adalah pasta udang hitam kental yang menjadi jiwa kuliner kota ini.
- Rujak Cingur
Konteks (Sejarah & Kapan): Inilah sang Raja kuliner Surabaya. Cingur adalah irisan moncong (hidung) sapi yang direbus. Mungkin terdengar aneh, tapi percayalah, teksturnya kenyal dan nikmat. Cingur ini dicampur dengan buah-buahan (nanas, mangga muda, kedondong), sayuran (kangkung, tauge), lontong, dan tahu, lalu disiram bumbu petis ulek yang kental, legit, dan medok. Aneh tapi nyata enaknya!
- Rekomendasi: Rujak Cingur Genteng Durasim
- Alamat: Jl. Genteng Durasim No. 29, Genteng, Surabaya
- Jam Buka: 10.30 – 17.30 WIB
- Kisaran Harga: Rp 20.000 – Rp 30.000
- Tahu Campur
Konteks (Sejarah & Kapan): “Nano-nano” adalah kata yang pas. Ini adalah sup hangat yang berisi potongan daging sapi, tahu goreng, perkedel singkong (lentho), tauge, dan selada, lalu disiram kuah kaldu yang dicampur petis. Rasanya kompleks: gurih kaldu, manis petis, dan segar dari sayuran. Paling pas dinikmati saat sore atau malam hari.
- Rekomendasi: Tahu Campur Pak Sadak
- Alamat: Jl. Kalasan No. 20, Tambaksari, Surabaya
- Jam Buka: 17.00 – 22.00 WIB
- Kisaran Harga: Rp 20.000
- Tahu Tek
Konteks (Sejarah & Kapan): Namanya berasal dari suara gunting penjualnya: “tek-tek-tek”. Ini adalah hidangan sederhana namun adiktif. Isinya lontong, tahu goreng, kentang, dan tauge yang disiram bumbu petis kacang. Bedanya dengan tahu campur, bumbu tahu tek lebih kental (seperti bumbu sate) dan biasanya ditaburi kerupuk udang.
- Rekomendasi: Tahu Tek Pak Ali
- Alamat: Jl. Dinoyo No. 147, Tegalsari, Surabaya
- Jam Buka: 17.00 – 23.00 WIB
- Kisaran Harga: Rp 15.000 – Rp 20.000
- Lontong Kupang
Konteks (Sejarah & Kapan): Makanan khas pesisir Surabaya dan Sidoarjo. Kupang adalah sejenis kerang laut berukuran sangat kecil. Disajikan dengan lontong dan lentho, lalu disiram kuah kaldu kupang yang dicampur petis dan perasan jeruk nipis. Minumnya wajib dengan Es Degan (kelapa muda) untuk menetralkan.
- Rekomendasi: Lontong Kupang Pak Miskan
- Alamat: Jl. Raya Tenggilis No. 118, Tenggilis Mejoyo, Surabaya
- Jam Buka: 09.00 – 17.00 WIB
- Kisaran Harga: Rp 15.000
Legenda Kuliner Malam Surabaya
Kuliner malam Surabaya punya ceritanya sendiri. Ini adalah saat di mana makanan paling “nampol” keluar.
- Sego Sambel Mak Yeye
Konteks (Sejarah & Kapan): Ini bukan makanan, ini “ujian nyali”. Sego Sambel (Nasi Sambal) Mak Yeye adalah legenda kuliner malam Surabaya. Antreannya mengular sejak sebelum buka. Menunya sederhana: nasi hangat, lauk iwak pe (ikan pari asap) atau telur dadar, dan sambal terasi yang pedasnya minta ampun. Wajib coba bagi pecinta pedas.
- Rekomendasi: Sego Sambel Mak Yeye
- Alamat: Jl. Jagir Wonokromo Wetan No. 12, Wonokromo, Surabaya
- Jam Buka: 21.00 – 04.00 WIB
- Kisaran Harga: Rp 15.000 – Rp 25.000
- Nasi Goreng Jancuk
Konteks (Sejarah & Kapan): Lahir dari dapur Surabaya Plaza Hotel, namanya adalah umpatan khas Surabaya. Kenapa? Karena porsinya raksasa (cukup untuk 4-5 orang) dan rasanya super pedas! Ini adalah menu yang dirancang untuk dimakan “rame-rame” sambil bercanda dan menantang teman Anda.
- Rekomendasi: Prime Plaza Hotel Surabaya (d/h Surabaya Plaza Hotel)
- Alamat: Jl. Pemuda No. 31-37, Genteng, Surabaya
- Jam Buka: 24 Jam (biasanya disajikan di restoran hotel)
- Kisaran Harga: Rp 100.000 – Rp 150.000 (untuk porsi besar)
- Zangrandi Ice Cream
Konteks (Sejarah & Kapan): Ini adalah penutup yang sempurna. Zangrandi adalah kedai es krim legendaris sejak tahun 1930. Suasananya membawa Anda kembali ke era kolonial Belanda. Ini adalah tempat nostalgia bagi banyak keluarga Surabaya.
- Rekomendasi: Zangrandi Ice Cream
- Alamat: Jl. Yos Sudarso No. 15, Genteng, Surabaya
- Jam Buka: 10.00 – 22.00 WIB
- Kisaran Harga: Rp 30.000 – Rp 50.000
- Spikoe Resep Kuno
Konteks (Sejarah & Kapan): Perjalanan Anda belum lengkap tanpa oleh-oleh. Spikoe (Spikuk) adalah kue lapis Surabaya kuno. Yang membedakannya adalah tiga lapisan (kuning-cokelat-kuning) dengan selai di tengahnya. Spikoe Resep Kuno adalah merek paling legendaris yang menjaga resep otentik ini, teksturnya lembut dan aromanya buttery.
- Rekomendasi: Spikoe Resep Kuno
- Alamat: Jl. Rungkut Madya No. 41, Rungkut, Surabaya
- Jam Buka: 07.00 – 21.00 WIB
- Kisaran Harga: Rp 80.000 – Rp 200.000
Baca Juga : 20 Wisata Kuliner Solo Paling Hits & Legendaris: Panduan Lengkap Makan Enak di Kota Bengawan
Kesimpulan
Mencicipi 15 hidangan ini bukan sekadar wisata kuliner Surabaya—ini adalah cara memahami karakter kota. Dari petis lugas di Rujak Cingur, aroma kelapa Sate Klopo yang berani, hingga pedasnya Sego Sambel Mak Yeye, semuanya mencerminkan Surabaya: kuat, berani, dan apa adanya.
Selamat menikmati petualangan rasa di Kota Pahlawan!






