
10 Restoran Solo Legendaris: Rumah makan yang Wajib Dicoba
Kota Solo, atau Surakarta, memiliki jiwa yang berbeda. Udaranya terasa lembut, ritme kehidupannya tenang, dan di setiap sudutnya, Anda bisa merasakan warisan budaya Jawa yang kental dan restoran solo yang legandaris dan terkenal.Â
Seperti yang telah kita bahas di artikel [ 10 Kota Kuliner Terbaik di Indonesia], Solo adalah salah satu destinasi kuliner terbaik di indonesia bukan karena kemewahannya, tapi karena kemampuannya menjaga resep warisan.
Mencari tempat makan solo terbaik bukanlah soal mencari tempat makan terdekat di peta. Ini adalah sebuah perjalanan ziarah rasa. Anda akan menemukan bahwa rumah makan masakan nusantara di Solo adalah tentang kesetiaan pada proses, bumbu yang jujur, dan cerita di balik setiap hidangan.
Mencari tempat makan terbaik di Solo bukan sekadar membuka peta dan mencari yang terdekat. Ini adalah ziarah rasa. Berikut adalah ringkasan cepat untuk memandu perjalanan kuliner Anda:
Baca juga :Â 20 Wisata Kuliner Solo Paling Hits & Legendaris: Panduan Lengkap Makan Enak di Kota Bengawan
Daftar Kuliner Legendaris Solo
| Nama Restoran | Menu Andalan | Tempat & Suasana | Status Halal |
| Bu Wongso Lemu | Nasi Liwet | Lesehan & Tradisional | Halal |
| Tengkleng Bu Edi | Tengkleng Kambing | Ramai & Area Pasar | Halal |
| Sate Mbok Galak | Sate Buntel | Warung Luas & Harum | Halal |
| Selat Mbak Lies | Selat Galantin | Unik & Penuh Keramik | Halal |
| Serabi Notosuman | Serabi Polos/Cokelat | Take-away & Antre | Halal |
| Gudeg Bu Kasno | Gudeg Ceker | Warung Tenda Malam | Halal |
| Timlo Sastro | Timlo Komplit | Kedai Klasik | Halal |
| Sate Kere Yu Rebi | Sate Tempe Gembus | Sederhana & Otentik | Halal |
| Dawet Bu Dermi | Es Dawet Telasih | Khas Pasar Gede | Halal |
| Selat Vien’s | Selat Lidah | Modern & Ber-AC | Halal |
Ini bukan sekadar daftar. Ini adalah undangan untuk mencicipi sejarah, disajikan di atas piring. Berikut adalah 10 restoran solo legendaris yang wajib Anda coba minimal sekali seumur hidup.
Nasi Liwet Bu Wongso Lemu
Sejarah & Konteks: Malam hari di Solo tidak lengkap tanpa Nasi Liwet. Dan berbicara Nasi Liwet, nama Bu Wongso Lemu adalah maestro-nya. Berjualan sejak tahun 1950, warung tenda ini adalah ikon kuliner malam Solo yang sesungguhnya.
Pengalaman & Suasana: Ini adalah pengalaman otentik. Anda akan duduk lesehan di trotoar, diiringi alunan siter yang merdu. Pelayannya, yang semuanya wanita paruh baya, masih mengenakan kebaya tradisional. Suasananya magis, sederhana, dan sangat “Jawa”.
Menu Andalan: Nasi Liwet Komplit. Nasi gurih yang dimasak dengan santan, disajikan di atas pincuk daun pisang, lengkap dengan suwiran ayam opor, sayur labu siam, telur pindang, dan areh (santan kental).
- Lokasi: Jl. Teuku Umar, Keprabon, Kec. Banjarsari (Area Keprabon).
- Jam Buka: 16.00 – 01.00 WIB
- Kisaran Harga: Rp 25.000 – Rp 40.000 per porsi
Tengkleng Klewer Bu Edi
Sejarah & Konteks: Siapa bilang menikmati kambing harus mahal? restoran solo Tengkleng Bu Edi, yang berjualan di bawah gapura Pasar Klewer, adalah buktinya. Ini adalah kuliner yang lahir dari “limbah” para bangsawan—tulang-belulang kambing yang dimasak kaya rempah.
Pengalaman & Suasana: Bersiaplah untuk “perang”. Tempatnya sederhana di area pasar, selalu penuh sesak. Pengalaman terbaiknya adalah sensasi nggrogoti (menggerogoti) sisa daging yang menempel di tulang, disiram kuah segar yang kaya bumbu.
Menu Andalan: Tengkleng Kambing. Jangan harapkan daging melimpah; seninya ada pada tulang, sumsum, dan kuah pedas-gurih yang meresap.
- Lokasi: Gapura Pasar Klewer, Jl. DR. Radjiman, Kauman, Kec. Ps. Kliwon.
- Jam Buka: 11.30 – 16.00 WIB (Sering habis lebih cepat)
- Kisaran Harga: Rp 30.000 – Rp 50.000
Sate Buntel Mbok Galak
Sejarah & Konteks: “Galak” bukan berarti penjualnya pemarah. Nama ini adalah julukan yang melekat karena saking terkenalnya warung sate kambing ini. Ini adalah salah satu pelopor Sate Buntel, sebuah kuliner khas Solo yang unik.
Pengalaman & Suasana: Warung sate yang sederhana namun selalu ramai. Aroma bakaran sate langsung menyambut Anda. Sate Buntel adalah daging kambing cincang yang dibungkus lemak, lalu dibakar. Hasilnya? Juicy, lembut di dalam, dan beraroma smokey di luar.
Menu Andalan: Sate Buntel dan Tongseng Kambing. Perpaduan sate yang kaya rasa dengan kuah tongseng pedas manis adalah kombinasi sempurna.
- Lokasi: Jl. Ki Mangun Sarkoro No. 112, Sumber, Kec. Banjarsari.
- Jam Buka: 08.00 – 17.00 WIB
- Kisaran Harga: Rp 40.000 – Rp 60.000
Selat Solo Mbak Lies
Sejarah & Konteks: Inilah “steak” versi Jawa. Selat Solo adalah bukti akulturasi budaya Eropa (Belanda) dengan cita rasa keraton Jawa. restoran solo Mbak Lies adalah tempat terbaik untuk menikmati hidangan unik ini dalam suasana yang tak kalah unik.
Pengalaman & Suasana: Masuk ke warung ini seperti masuk ke galeri seni. Tempatnya penuh dengan pajangan keramik antik yang dikoleksi oleh pemiliknya. Suasananya rumahan, nyentrik, dan sangat artistik.
Menu Andalan: Selat Solo Galantin. Isinya adalah daging galantin (rolade daging), kentang goreng, wortel, buncis, acar, dan telur pindang, lalu disiram kuah encer manis-asam-gurih yang sangat menyegarkan.
- Lokasi: Jl. Veteran, Gg. II No. 42, Serengan, Kec. Serengan.
- Jam Buka: 08.00 – 17.00 WIB
- Kisaran Harga: Rp 20.000 – Rp 35.000
Serabi Notosuman Ny. Lidia
Sejarah & Konteks: Kawasan Notosuman adalah “ibu kota” serabi di Solo. Ada dua pemain besar di sini, salah satunya Ny. Lidia yang legendaris. Ini adalah jajanan Solo yang telah menjadi oleh-oleh wajib selama puluhan tahun.
Pengalaman & Suasana: Anda bisa menyaksikan langsung proses pembuatannya. Adonan santan dituang ke atas wajan tanah liat kecil yang dipanaskan dengan arang. Aroma santan yang terbakar dan tekstur lembutnya adalah candu.
Menu Andalan: Serabi Polos (gurih) dan Serabi Cokelat (manis). Yang otentik adalah serabi polos yang digulung dengan daun pisang.
- Lokasi: Jl. Moh. Yamin No. 28, Jayengan, Kec. Serengan.
- Jam Buka: 05.00 – 17.00 WIB
- Kisaran Harga: Rp 25.000 – Rp 30.000 per kotak (isi 10)
Gudeg Ceker Margoyudan Bu Kasno
Sejarah & Konteks: Jika Jogja punya gudeg nangka, Solo punya primadona lain: ceker. Gudeg Ceker Bu Kasno adalah “institusi” kuliner malam Solo yang sudah ada sejak 1970.
Pengalaman & Suasana: Ini adalah surga bagi pencinta ceker. Anda harus rela antre di warung tenda sederhana ini, bahkan sebelum warungnya buka. Suasananya riuh, cepat, dan semua orang fokus pada satu hal: semangkuk gudeg ceker yang lumer di mulut.
Menu Andalan: Nasi Gudeg Ceker. Gudeg basah yang gurih (tidak semanis Jogja) disajikan dengan ceker ayam yang dimasak hingga super empuk, bubur, dan sambal krecek.
- Lokasi: Jl. Wolter Monginsidi No. 41-43, Setabelan, Kec. Banjarsari.
- Jam Buka: 01.30 – 07.00 WIB (Buka dini hari!)
- Kisaran Harga: Rp 20.000 – Rp 35.000
Timlo Sastro
Sejarah & Konteks: Timlo adalah sup bening khas Solo yang sering terlupakan, padahal rasanya juara. Dan Timlo Sastro, yang telah berdiri sejak 1952, adalah penjaga resep otentik hidangan ini.
Pengalaman & Suasana: Warung sederhana di belakang Pasar Gede yang selalu ramai di jam makan siang. Ini adalah restoran masakan nusantara yang menyajikan kenyamanan dalam semangkuk kuah hangat. Pelayanannya cepat dan suasananya sangat “lokal”.
Menu Andalan: Timlo Komplit. Semangkuk sop bening berisi sosis solo, irisan ati ampela ayam, telur pindang, dan bihun, disiram kuah kaldu ayam yang gurih dan segar.
- Lokasi: Jl. Kapten Mulyadi No. 8, Sudiroprajan, Kec. Jebres (Timur Pasar Gede).
- Jam Buka: 06.30 – 15.30 WIB
- Kisaran Harga: Rp 20.000 – Rp 30.000
Sate Kere Yu Rebi
Sejarah & Konteks: “Kere” dalam bahasa Jawa berarti “miskin”. Dulu, sate ini adalah makanan rakyat jelata karena terbuat dari tempe gembus (ampas tahu). Namun di tangan Yu Rebi, sate ini “naik kelas” dan kini menjadi buruan wisatawan.
Pengalaman & Suasana: Warung sate sederhana yang ramai. Anda bisa memilih berbagai jenis sate “jeroan” seperti sate tempe gembus, sate ginjal, sate usus, dan sate kikil. Semuanya dibakar dengan bumbu kacang yang kaya rasa.
Menu Andalan: Sate Kere (Tempe Gembus) dan Sate Ginjal Sapi. Disajikan dengan lontong dan bumbu kacang yang gurih-manis-pedas.
- Lokasi: Jl. Kebangkitan Nasional No. 2, Sriwedari, Kec. Laweyan.
- Jam Buka: 11.00 – 21.00 WIB
- Kisaran Harga: Rp 20.000 – Rp 35.000
Es Dawet Telasih Bu Dermi
Sejarah & Konteks: Tidak ada yang bisa mengalahkan segarnya es dawet di tengah panasnya Pasar Gede. Bu Dermi adalah salah satu penjual dawet paling legendaris di dalam pasar ini, meneruskan usaha turun-temurun.
Pengalaman & Suasana: Sebuah lapak sederhana di dalam Pasar Gede. Anda akan minum sambil berdiri atau duduk di bangku seadanya, berbaur dengan riuhnya aktivitas pasar. Ini adalah pengalaman jajanan Solo yang paling otentik.
Menu Andalan: Es Dawet Campur. Isinya adalah dawet, bubur sumsum, ketan hitam, tape ketan, dan biji telasih, disiram santan segar dan gula jawa cair.
- Lokasi: Di dalam Pasar Gede Hardjonagoro, Jl. Jend. Urip Sumoharjo.
- Jam Buka: 08.00 – 15.00 WIB
- Kisaran Harga: Rp 8.000 – Rp 12.000
Warung Selat Vien’s
Sejarah & Konteks: Jika Mbak Lies menawarkan suasana galeri yang nyentrik, Vien’s (dulu bernama Omah Selat) menawarkan pengalaman menyantap selat solo yang lebih modern, bersih, namun tetap otentik.
Pengalaman & Suasana: Tempatnya lebih mirip restoran modern, bersih, ber-AC, dan nyaman untuk keluarga. Ini adalah pilihan tepat jika Anda ingin menikmati kuliner khas Solo ini dengan suasana yang lebih tenang dan rapi.
Menu Andalan: Selat Lidah dan Setup Makaroni. Selat lidahnya empuk, dan setup makaroninya adalah hidangan fusi Belanda-Jawa yang wajib dicoba.
- Lokasi: Jl. Hasanudin No. 99 D-E, Punggawan, Kec. Banjarsari.
- Jam Buka: 09.00 – 17.00 WIB
- Kisaran Harga: Rp 25.000 – Rp 40.000
Baca juga :Â Wisata Kuliner Indonesia: Peta Rasa & Destinasi Terbaik 2025
Kesimpulan: Restoran solo
Mengunjungi 10 restoran solo legendaris ini bukan hanya soal mengisi perut. Ini adalah cara kita menghargai sejarah, kesetiaan, dan kerja keras para penjaga rasa.
Setiap warung adalah bukti bahwa restoran masakan nusantara terbaik tidak perlu mewah. Ia hanya perlu jujur pada resep dan disajikan dari hati. Jadi, petualangan kuliner Anda di Solo mau dimulai dari mana?





