Makanan Khas Solo yang Wajib Anda Coba – Dari Sarapan Pagi Hingga Makan Malam
Jika Yogyakarta adalah jiwa dari budaya Jawa, maka Solo (Surakarta) adalah jantung dari kulinernya. Bagi para pencinta makanan, Solo bukan sekadar kota singgah, melainkan destinasi utama untuk memanjakan lidah dengan harga yang masuk akal.
Berbeda dengan daerah lain, makanan khas Solo menawarkan harmoni rasa yang unik: perpaduan gurihnya santan kental, manisnya kecap lokal, dan segarnya kuah bening kaya rempah.
Berikut adalah panduan kuliner lengkap yang disusun berdasarkan waktu makan terbaik, lengkap dengan alamat akurat dan alasan mengapa tempat-tempat ini menjadi legenda.
Baca juga :Â 20 Wisata Kuliner Solo Paling Hits & Legendaris: Panduan Lengkap Makan Enak di Kota Bengawan

Menu Sarapan: Hangat, Gurih, dan “Tenteram”
Orang Solo memulai hari dengan makanan yang porsinya pas—tidak terlalu berat, tapi cukup memberi energi dengan rasa yang menenangkan.
1. Nasi Liwet Bu Wongso Lemu
Nasi liwet Solo dimasak dengan santan dan kaldu ayam, disajikan dengan sayur labu siam (jipang), suwiran ayam opor, dan kumut (santan kental).
Alamat Google Maps: Jl. Teuku Umar, Keprabon, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta.
Kenapa Harus ke Sini? Tempat ini bukan sekadar warung makan, tapi sebuah atraksi budaya. Berlokasi di jalanan bersejarah Keprabon, Anda akan dilayani oleh ibu-ibu yang mengenakan kebaya tradisional lengkap dengan sanggul. Seringkali ada iringan live music tradisional (sinden & gamelan) yang membuat suasana Jawa-nya sangat kental. Cocok untuk Anda yang mencari “pengalaman”, bukan sekadar rasa. (Catatan: Buka sore hingga malam hari, namun ada banyak cabang pagi di sekitarnya).
2. Soto Gading 1
Soto berkuah bening dengan aroma kaldu ayam kampung yang kuat, bukan soto bersantan.
Alamat Google Maps: Jl. Brigjen Sudiarto No.75, Joyosuran, Kec. Ps. Kliwon, Kota Surakarta.
Kenapa Harus ke Sini? Ini adalah Soto Langganan Presiden. Dari Megawati hingga Jokowi sering makan di sini. Keunikannya terletak pada konsep penyajiannya: begitu Anda duduk, meja akan penuh dengan piring-piring lauk pelengkap (sundukan) seperti sate kerang, sate telur puyuh, sosis solo goreng, perkedel, dan tempe garit yang digoreng sangat garing. Anda bebas ambil sendiri.
3. Cabuk Rambak (Shelter PKL Manahan)
Ketupat iris tipis yang disiram saus wijen pucat dan dimakan dengan kerupuk karak (kerupuk nasi).
Alamat Google Maps: Shelter PKL Manahan (Area Stadion Manahan), Jl. Adi Sucipto, Kota Surakarta.
Kenapa Harus ke Sini? Kelangkaan & Kepraktisan. Cabuk Rambak semakin sulit ditemukan di restoran modern. Di Shelter Manahan, Anda bisa menemukannya dengan mudah di pagi hari sambil menikmati suasana olahraga warga Solo. Rasanya yang nutty (kacang/wijen) dan ringan sangat unik karena jarang ada di daerah lain.
Â

Menu Makan Siang: Segar dan Kaya Rempah
Saat matahari Solo mulai terik, saatnya mencari hidangan yang menyegarkan atau yang benar-benar memuaskan hasrat “makan besar”.
4. Selat Solo Mbak Lies
Perpaduan bistik sapi Eropa dengan cita rasa Jawa. Disajikan dengan kuah encer manis-segar, wortel, buncis, dan mustard Jawa.
Alamat Google Maps: Jl. Veteran, Gg. II No.42, Serengan, Kec. Serengan, Kota Surakarta.
Kenapa Harus ke Sini? Hidden Gem yang Instagenic. Lokasinya tersembunyi di dalam gang kecil perumahan, tetapi begitu masuk, Anda akan disambut dekorasi unik yang penuh dengan piring keramik antik dan pelayan berseragam ala pelayan Belanda/Jawa kuno. Rasanya sangat autentik, dan tempatnya sangat memorable untuk difoto.
5. Tengkleng Klewer Bu Edi
Tulang-belulang kambing dengan sedikit daging yang dimasak kuah kuning encer pedas-gurih.
Alamat Google Maps: Gapura Pasar Klewer, Jl. DR. Radjiman, Gajahan, Kota Surakarta.
Kenapa Harus ke Sini? Sensasi Makan di Bawah Gapura Pasar. Ini adalah definisi street food legendaris yang sesungguhnya. Tidak ada meja mewah, Anda mungkin harus antre berdiri atau duduk berdesakan. Keunikannya adalah penyajiannya yang menggunakan pincuk (daun pisang) dan cara makannya yang harus krokot (menggerogoti tulang). Datanglah sebelum jam 12 siang agar tidak kehabisan!
6. Timlo Sastro 1 (Balong)
Sup segar berisi ati ampela, telur pindang, dan sosis solo basah.
Alamat Google Maps: Jl. Abdul Muis No.14, Kepatihan Kulon, Kec. Jebres, Kota Surakarta.
Kenapa Harus ke Sini? Maestro Timlo Sejak 1952. Orang lokal menyebutnya “Timlo Balong”. Kelebihannya ada pada Sosis Solo Basah-nya (kulit dadar gulung isi daging) yang tebal dan lembut, serta kuah kaldunya yang sangat bening namun rich (kaya rasa). Sambal kecapnya menyempurnakan rasa.
Â
Baca Juga :Â 19 Kuliner Malam Solo Legendaris: Panduan Terlengkap Wisata Rasa (Update 2025)

Menu Makan Malam: Legendaris dan Autentik
Kuliner malam Solo punya nyawa tersendiri.
7. Sate Kambing Hj. Bejo
Sate Buntel adalah daging kambing cincang yang dibungkus lemak jaring lalu dibakar.
Alamat Google Maps: Jl. Sungai Utar No.10, Lojiwetan, Kedung Lumbu, Kota Surakarta.
Kenapa Harus ke Sini? Favorit Presiden Jokowi. Tempat ini terkenal karena konsistensi rasanya. Sate buntel di sini ukurannya besar, juicy, dan lemak pembungkusnya lumer di mulut saat digigit, memberikan sensasi smoky yang luar biasa. Dagingnya sama sekali tidak prengus (bau kambing).
8. Gudeg Ceker Margoyudan (Bu Kasno)
Gudeg basah dengan kuah santan gurih dan ceker ayam yang sangat lunak.
Alamat Google Maps: Jl. Wolter Monginsidi No.41-43, Setabelan, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta.
Kenapa Harus ke Sini? Sensasi Kuliner Tengah Malam (Midnight Kitchen). Warung ini baru buka jam 01.30 dini hari! Keunikannya adalah suasananya; orang rela antre di trotoar gelap-gelapan demi mendapatkan sepiring nasi gudeg panas dan ceker yang begitu lunak hingga tulangnya bisa diemut dengan mudah.
Â

Oleh-Oleh Khas (Wajib Bawa Pulang)
9. Serabi Notosuman Ny. Lidia
Serabi gulung dari tepung beras dan santan.
Alamat Google Maps: Jl. Moh. Yamin No.28, Jayengan, Kec. Serengan, Kota Surakarta.
Kenapa Harus ke Sini? Aroma dan Keaslian. Anda bisa melihat proses pembuatannya langsung di toko. Puluhan tungku tanah liat berjejer memanggang serabi dengan api kecil. Varian cokelatnya menggunakan meises yang melimpah, dan tekstur pinggiran serabinya renyah (krispi) sementara tengahnya lumer.
10. Sate Kere Mbak Tug
Sate unik yang terbuat dari tempe gembus (tempe dari ampas tahu) dan jeroan sapi, dibakar dengan bumbu kacang yang melimpah.
Alamat Google Maps: Jl. Arifin No.63, Kepatihan Kulon, Kec. Jebres, Kota Surakarta.
Kenapa Harus ke Sini? Simbol Perlawanan & Kreativitas. Nama “Kere” (miskin) berasal dari sejarah masa lalu di mana daging adalah kemewahan. Warga Solo kemudian mengolah ampas tahu (gembus) menjadi sate yang rasanya tak kalah nikmat. Sate Kere Mbak Tug adalah yang paling tersohor; bumbu kacangnya kental, tekstur gembusnya empuk, dan aroma asapnya sangat menggoda. Ini adalah soul food asli Solo.
11. Brambang Asem (Pasar Gede)
Salad tradisional Jawa berisi daun ubi jalar (ketela rambat) yang disiram sambal asam manis pedas, disajikan dengan tempe gembus bacem.
Alamat Google Maps: Pasar Gede Hardjonagoro, Jl. Jend. Urip Sumoharjo, Sudiroprajan, Kec. Jebres. (Cari lapak Yu Sum di lantai dasar).
Kenapa Harus ke Sini? Ledakan Rasa yang Tak Terduga. Jangan tertipu penampilannya yang sederhana. Perpaduan antara daun ketela yang lembut, tempe bacem yang manis, serta sambal “brambang” (bawang merah) dan asam jawa yang kuat memberikan sensasi rasa segar yang luar biasa. Sangat cocok dinikmati sebagai camilan sehat di tengah cuaca panas saat berjalan-jalan di Pasar Gede.
12. Tahok Pak Hadi
Minuman hangat (mirip kembang tahu) yang terbuat dari sari kedelai lembut dengan kuah jahe manis.
Alamat Google Maps: Jl. Jend. Urip Sumoharjo No.67, Sudiroprajan, Kec. Jebres. (Tepat di seberang gerbang utama Pasar Gede).
Kenapa Harus ke Sini? Warisan Akulturasi Tionghoa-Jawa. Tahok adalah bukti nyata pembauran budaya di Solo. Tekstur tahu sutranya sangat lembut, langsung lumer di mulut, sementara kuah jahenya memberikan rasa hangat instan di tenggorokan. Pak Hadi telah berjualan selama puluhan tahun dan tetap mempertahankan resep orisinalnya. Ini adalah menu wajib setelah lelah berkeliling pasar.
13. Susu Segar Shi Jack
Minuman susu sapi murni dengan berbagai varian rasa dan nama-nama menu yang unik (seperti Super Boy atau Suteja).
Alamat Google Maps: Jl. Kapten Piere Tendean No.151, Nusukan, Kec. Banjarsari. (Ada banyak cabang, namun pusatnya di Nusukan).
Kenapa Harus ke Sini? Budaya “Nongkrong” Malam Hari. Shi Jack bukan sekadar tempat minum susu, tapi pusat kehidupan malam warga Solo. Keunikannya terletak pada cara pelayan menuangkan susu secara atraktif (setinggi mungkin) dan penamaan menu yang kreatif. Di sini Anda juga bisa menikmati Sego Kucing (nasi porsi kecil) dan berbagai sate-satean dengan harga yang sangat murah.
14. Toko Roti Orion (Mandarijn Solo)
Toko roti legendaris yang terkenal dengan Roti Mandarijn-nya (kue lapis lembut dengan selai nanas).
Alamat Google Maps: Jl. Jend. Urip Sumoharjo No.80, Purwodiningratan, Kec. Jebres.
Kenapa Harus ke Sini? Cita Rasa Kolonial yang Abadi. Berdiri sejak tahun 1930-an, Toko Orion tetap mempertahankan kualitas premiumnya. Roti Mandarijn mereka dikenal sangat lembut, berminyak (karena mentega yang melimpah), dan tidak menggunakan bahan pengawet berlebihan. Ini adalah oleh-oleh “kasta tertinggi” dari Solo yang menunjukkan kelas dan selera pemberinya.
15. Gudeg Ceker Margoyudan (Bu Kasno)
Nasi gudeg dengan spesialisasi ceker ayam yang dimasak sangat empuk hingga lepas dari tulangnya.
Alamat Google Maps: Jl. Wolter Monginsidi No.41-43, Setabelan, Kec. Banjarsari.
Kenapa Harus ke Sini? Eksistensi Kuliner Dini Hari. Jika Anda mencari pengalaman kuliner paling ekstrem di Solo, datanglah ke sini pukul 02.00 dini hari. Anda akan melihat antrean panjang orang-orang yang rela menunggu demi seporsi ceker yang “nyamleng”. Keunikan rasanya ada pada perpaduan gudeg yang tidak terlalu manis dengan kuah opor ayam yang kental dan sambal goreng krecek yang pedas.
Â
Baca Juga :Â Wisata Kuliner Indonesia: Peta Rasa & Destinasi Terbaik 2025
Â
Tips Cerdas Wisata Kuliner Solo:
- Cek Tanggal Merah: Beberapa tempat legendaris seperti Timlo Sastro terkadang sangat ramai atau libur di hari tertentu.
- Parkir: Untuk tempat seperti Pasar Klewer (Tengkleng Bu Edi) atau Selat Mbak Lies, parkir mobil bisa agak sulit/jauh. Menggunakan ojek online atau becak dari hotel bisa lebih praktis.
- Bawa Uang Tunai: Meski beberapa sudah modern, pedagang di pasar atau kaki lima lebih menyukai uang tunai (receh).
- Zona Pasar Gede: Jika waktu Anda terbatas, fokuslah ke area Pasar Gede. Dalam satu lokasi, Anda bisa mencicipi nomor 6 (Timlo), 11 (Brambang Asem), 12 (Tahok), dan 15 (Dawet Telasih yang juga legendaris).
- Gaya Hidangan: Makanan Solo rata-rata disajikan dalam porsi “kecil-kecil”. Jadi, jangan ragu untuk memesan 2-3 jenis makanan berbeda dalam satu kali jalan.
- Keramahtamahan: Jangan sungkan mengobrol dengan penjualnya. Orang Solo terkenal sangat ramah ( sumeh ), dan seringkali Anda akan mendapatkan rekomendasi tempat rahasia lainnya dari mereka.
Â
Kesimpulan: Solo, Kota yang Memanjakan Perut dan Dompet
Menjelajahi makanan khas Solo bukan sekadar tentang mengenyangkan perut, melainkan sebuah perjalanan budaya yang terekam dalam setiap suapan. Dari akulturasi Eropa pada Selat Solo, hingga kreativitas rakyat jelata pada Sate Kere, setiap hidangan memiliki cerita yang tetap terjaga selama puluhan tahun.
Ada tiga hal utama yang membuat wisata kuliner di Solo begitu istimewa dibandingkan kota lain:
Harga yang Terjangkau: Solo masih menjadi salah satu kota dengan biaya hidup terendah di Jawa. Anda bisa menikmati hidangan legendaris kelas presiden dengan harga mulai dari belasan ribu rupiah saja.
Harmoni Rasa: Dominasi rasa gurih-manis yang halus membuat kuliner Solo sangat ramah di lidah wisatawan domestik maupun mancanegara.
Pengalaman (Experience): Makan di Solo berarti menikmati keramahan warganya. Baik itu makan lesehan di pinggir jalan maupun di dalam gang sempit, Anda akan selalu disambut dengan senyuman khas masyarakat “Kota Bengawan”.
Bagi Anda yang baru pertama kali berkunjung, mulailah petualangan dari Pasar Gede di pagi hari, lalu tutup hari Anda dengan kehangatan Susu Segar Shi Jack atau Gudeg Ceker tengah malam. Jangan lupa untuk selalu menyiapkan ruang di koper Anda untuk membawa pulang Serabi Notosuman atau Roti Mandarijn sebagai buah tangan.
Solo tidak pernah membiarkan pengunjungnya pulang dalam keadaan lapar. Jadi, kapan Anda berencana melakukan perjalanan kuliner ke sini?
Â






